gubuk kecil itu

Posted On 19 Januari 2005

Disimpan dalam khayal

Comments Dropped leave a response

gubuk kecil itu dulunya sebuah istana
didalamnya berbaur aroma kewemahan
bergelimang adat dan nafas alam
sampai tibanya aku perginya

gubuk kecil itu dulunya sebuah padepokan
didalamnya berbaur aroma kegelisahan
bergelimang mahzab dan nafas ideologi
sampai tibanya aku perginya

gubuk kecil itu kembali kecilnya
tak ada hujan membasah di atap jeraminya
tak ada ramai berbincang ternak di kolongnya
tak ada riuh cerita dari negeri seberang

gubuk kecil itu bukan untuk dirimu
walau dirimu titisan dewa
gubuk kecil itu bukan untuk mereka
walau mereka berikan tanah tempat berdirinya
gubuk kecil itu tetap milikku
walau aku sudah tak tinggal didalamnya

gubuk kecil itu
biarlah lapuk didera cuaca
biarlah runtuh ditimpa nestapa
biarlah hangus dibakar derita
biarlah hancur digerogoti kemunafikan
:agar gubuk itu tak kalian miliki

[050118]
:: untuk seorang yang selalu benar

kalian hanya pendatang

Posted On 8 Januari 2005

Disimpan dalam khayal

Comments Dropped one response

ini kerajaanku
hanya aku yang berhak kelola
hanya aku yang berhak perintah
hanya aku yang berhak eksploitasi
hanya aku yang berhak hidup

kalian pendatang
tak berhak bersuara
tak berhak berbicara
tak berhak berkata
tak berhak berteriak

walau ini bukan tempat lahirku
walau ini bukan tempat besarku
walau ini bukan tempat hidupku
tapi aku penguasa kerajaan ini

walau kalian lahir disini
walau kalian besar disini
walau kalian hidup disini
tapi kalian tetaplah pendatang

jangan usik kursi empukku
jangan ganggu ranjang mewahku
karena aku raja saat ini

:: keangkuhan walikota samarinda dalam menjawab gugatan banjir ornop lingkungan
[050109]