di sebuah persimpangan

Posted On 3 November 2005

Disimpan dalam khayal

Comments Dropped leave a response

dua puluh sembilan tahun lalu
matahari sepenggalahan
aku menghirup udara kota
di tepi karang mumus

dua puluh sembilan tahu lalu
pohon wanyi tegak
di pekarangan rumah kayu
di tepi karang mumus

dua puluh sembilan tahun lalu
anak timpakul bermain
diatas batang jamban kami
di tepi karang mumus

hari ini setelah dua puluh sembilan tahun
jerit memuji asma tuhan dikumandangkan
hari kemenangan bagi mereka
di sebuah kota kayu tua

hari ini setelah dua puluh sembilan tahun
aku belum bisa apa-apa
hanya belajar merangkak
di sebuah kota kayu tua

hari ini setelah dua puluh sembilan tahun
aku masih menetek
agar masih bisa berdiri
di sebuah kota kayu tua

hari ini
dua puluh sembilan tahun lalu
saat matahari sepenggalahan
seekor anak timpakul
  bersenggama dengan waktu
  menghirup udara kebersamaan
  mencicipi hidangan kejujuran
  melepas dahaga tetes kehidupan

hari ini
setelah dua puluh sembilan tahun
saat matahari sepenggalahan
seekor anak timpakul
  bersenggama dengan waktu
  menghirup udara kemunafikan
  mencicipi hidangan keangkuhan
  melepas dahaga tetes kematian

aku
seekor anak timpakul
:di sebuah persimpangan

[051103.0900]
::memaknai kehidupan setelah dua puluh sembilan tahun

Respond now.

Anda adalah penulis posting ini